13 April 2016

5 Plugin Google Chrome dan Mozilla Firefox yang Bermanfaat

- Hello Helly -

PLUGIN - Ekstensi di google chrome atau pengaya (add-ons) di mozilla firefox adalah suatu program diperuntukkan mengunduh dan menambahkan fitur untuk mempersonalisasi browser kita. Program yang sangat bermanfaat untuk menemani Helly menjelajahi internet dengan berbagai macam kegunaan serta fitur-fitur yang menarik. Yaaah Helly berikut fitur yang dibutuhkan keduanya:


1. Mengganti IP address

Atau yang biasa disebut anonymous browsing adalah salah satu cara yang dapat kita gunakan untuk menjelajah menggunakan IP address atau Proxy pihak ketiga, dalam hal ini adalah penyedia proxy server yang memberikan layanan gratis. Proxy server bertindak sebagai gateway dari komputer kita ke dunia maya. Hal ini sangat menguntungkan karena privasi kita terlindungi dari resiko yang mungkin timbul dari tersebarnya profil dan privasi kita. Namun kerugiannya adalah, karena request kita melalui perantara Proxy server, ada resiko koneksi kita akan sedikit lambat.

Google Chrome = Free Vpn Hola

Mozilla Firefox = Anonymox 

2. Download Video

Pernahkan Helly sekalian melihat video di facebook dan ingin mengunduhnya? Hal itu ternyata sangat mudah untuk dilakukan dengan cara menggunakan fitur-fitur yang ada pada browser Helly. Mendownload video diyoutube harus menggunakan software atau berpindah halaman, hal itu tidak digunakan lagi jika para Helly mempunyai ekstensi atau pengaya ini:

Google Chrome = Proffesional unlimited 

Mozilla Firefox = Download Flash and Video

3. Memblok Iklan

Jika Helly sekalian risih dengan munculnya iklan-iklan disuatu website/blog jangan cemas karena browser yang Helly pakai mempunyai ekstensi atau pengaya untuk menghilangkan iklan itu, berikut fiturnya:

Google Chrome = Adblock Plus

Mozilla Firefox = Adblock Plus

4. Penghemat Pengeluaran Kuota

Para Helly pasti pernah kesal dengan kuota yang cepat habis, solusinya ada diekstensi Helly sekalian tak perlu lagi berfikir untuk menghemat kuota internetan. Berikut ekstensinya:

Google Chrome = Data Compression Proxy 

Mozilla Firefox = Skyzip Firefox


5. Mengganti Tema Facebook
Bosan dengan tampilan facebook? Background/tema facebook Helly dapat diperbaharui menggunakan fitur yang ada pada browser Helly sekalian.

Google Chrome = My Theme For Facebook

Mozilla Firefox = Stylish

Yaaahh itulah 5 ekstensi atau pengaya untuk browser Helly sekalian. Semoga bermanfaat...
Silahkan dikomentar...
Baca selengkapnya

11 April 2016

Prinsip Pembelajaran dan Cara Cepat Mengerti Belajar

- Hello Helly -

Prinsip-Prinsip Pembelajaran

Prinsip belajar menurut Rothwal (1961) :

1. Prinsip Kesiapan (Readiness)

Proses belajar dipengaruhi kesiapan murid, yang dimaksud dengan kesiapan atau readiness ialah kondisi individu yang memungkinkan ia dapat belajar. Berkenaan dengan hal itu terdapat berbagai macam taraf kesiapan belajar untuk suatu tugas khusus. Seseorang siswa yang belum siap untuk melaksanakan suatu tugas dalam belajar akan mengalami kesulitan atau malah putus asa. Yang termasuk kesiapan ini ialah kematangan dan pertumbuhan fisik, intelegensi latar belakang pengalaman, hasil belajar yang baku, motivasi, persepsi dan faktor-faktor lain yang memungkinkan seseorang dapat belajar.

2. Prinsip Motivasi (Motivation)

Tujuan dalam belajar diperlukan untuk suatu proses yang terarah. Motivasi adalah suatu kondisi dari pelajar untuk memprakarsai kegiatan, mengatur arah kegiatan itu dan memelihara kesungguhan. Secara alami anak-anak selalu ingin tahu dan melakukan kegiatan penjajagan dalam lingkungannya. Rasa ingin tahu ini seyogianya didorong dan bukan dihambat dengan memberikan aturan yang sama untuk semua anak.

3. Prinsip Persepsi

“Seseorang cenderung untuk percaya sesuai dengan bagaimana ia memahami situasi”. Persepsi adalah interpretasi tentang situasi yang hidup. Setiap individu melihat dunia dengan caranya sendiri yang berbeda dari yang lain. Persepsi ini mempengaruhi perilaku individu. Seseorang guru akan dapat memahami murid-muridnya lebih baik bila ia peka terhadap bagaimana cara seseorang melihat suatu situasi tertentu.
4. Prinsip Tujuan
“Tujuan harus tergambar jelas dalam pikiran dan diterima oleh para pelajar pada saat proses belajar terjadi”. Tujuan ialah sasaran khusus yang hendak dicapai oleh seseorang.

5. Prinsip Perbedaan Individual

“Proses belajar bercorak ragam bagi setiap orang”. Proses pengajaran seyogianya memperhatikan perbedaan indiviadual dalam kelas sehingga dapat memberi kemudahan pencapaian tujuan belajar yang setinggi-tingginya. Pengajaran yang hanya memperhatikan satu tingkatan sasaran akan gagal memenuhi kebutuhan seluruh siswa. Karena itu seorang guru perlu memperhatikan latar belakang, emosi, dorongan dan kemampuan individu dan menyesuaikan materi pelajaran dan tugas-tugas belajar kepada aspek-aspek tersebut.

6. Prinsip Transfer dan Retensi

“Belajar dianggap bermanfaat bila seseorang dapat menyimpan dan menerapkan hasil belajar dalam situasi baru”.
Apa pun yang dipelajari dalam suatu situasi pada akhirnya akan digunakan dalam situasi yang lain. Prosesa tersebut dikenal dengan proses transfer, kemampuan seseorang untuk menggunakan lagi hasil belajar disebut retensi. Bahan-bahan yang dipelajari dan diserap dapat digunakan oleh para pelajar dalam situasi baru.

7. Prinsip Belajar Kognitif

“Belajar kognitif melibatkan proses pengenalan dan atau penemuan”.
Belajar kognitif mencakup asosiasi antar unsur, pembentukan konsep, penemuan masalah, dan keterampilan memecahkan masalah yang selanjutnya membentuk perilaku baru, berpikir, menalar, menilai dan berimajinasi merupakan aktivitas mental yang berkaitan dengan proses belajar kognitif. Proses belajar itu dapat terjadi pada berbagai tingkat kesukaran dan menuntut berbagai aktivitas mental.

8. Prinsip Belajar Afektif

“Proses belajar afektif seseorang menentukn bagaimana ia menghubungkan dirinya dengan pengalaman baru”.
Belajar afektif mencakup nilai emosi, dorongan, minat dan sikap. Dalam banyak hal pelajar mungkin tidak menyadari belajar afektif. Sesungguhnya proses belajar afektif meliputi dasar yang asli untuk dan merupakan bentuk dari sikap, emosi dorongan, minat dan sikap individu.

9. Proses Belajar Psikomotor

Proses belajar psikomotor individu menentukan bagaimana ia mampu mengendalikan aktivitas ragawinya.
Belajar psikomotor mengandung aspek mental dan fisik. Berkenaan dengan hal itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

10. Prinsip Evaluasi

Jenis cakupan dan validitas evaluasi dapat mempengaruhi proses belajar saat ini dan selanjutnya.
Pelaksanaan latihan evaluasi memungkinkan bagi individu untuk menguji kemajuan dalam pencapaian tujuan. Penilaian individu terhadap proses belajarnya dipengaruhi oleh kebebasan untuk menilai. Evaluasi mencakup kesadaran individu mengenai penampilan, motivasi belajar dan kesiapan untuk belajar. Individu yang berinteraksi dengan yang lain pada dasarnya ia mengkaji pengalaman belajarnya dan hal ini pada gilirannya akan dapat meningkatkan kemampuannya untuk menilai pengalamannya.
Baca selengkapnya

Kecerdasan Emosional EQ : Kemampuan Manusia dan Harus dikenali

- Hello Helly -

Kecerdasan emosi atau Emotional Quotient yang disingkat EQ adalah kemampuan seseorang untuk mengontrol, mengelola, menerima, dan menilai emosi yang ada pada dirinya maupun orang disekitarnya. Kecerdasan inilah yang paling menunjang kesuksesan seseorang karena kecerdasan emosiona 2 kali lebih penting daripada kecerdasan intelektual (Intelligence Quotient atau IQ).

Orang yang IQnya tinggi tetapi karena EQnya tidak stabil dan mudah marah seringkali keliru dalam mengambil suatu keputusan serta sulit menyelesaikan masalah hidup karena kurangnya konsentrasi. EQ yang rendah menandai orang tersebut masih labil dikarenakan emosi yang selalu berubah dan tidak menentu dalam mengambil keputusan ataupun sikap.

Ciri-ciri Kecerdasan Emosional

Menurut Howard Gardner (1983):
  1. Mampu menyadari dan mengelola informasi, jangan menganggap emosi itu baik atau buruk. Emosi hanyalah sebuah sinyal bagi kita untuk mengatasi munculnya perasaan tersebut. Jadi kemampuan untuk mengendalikan sebuah emosi yang muncul dari diri kita sangat berguna untuk kehidupan sehari-hari.
  2. Memiliki kepekaan terhadap emosi orang lain, mampu menyadari emosi orang disekitar memang perlu untuk menindak lanjuti perilaku yang harus kita lakukan atau tindakan yang akan dia lakukan.
  3. Mampu merespon dan bernegosiasi dengan orang lain secara emosional, dengan cara ini tanpa sepatah katapun orang yang ber-EQ stabil akan mampu saling mengerti satu sama lain.
  4. Mampu memotivasi diri sendiri, hal inilah yang sangat dibutuhkan seseorang yang IQnya tinggi karena yang mempengaruhi kemauan atau keinginan tergantung dari motivasi yang dimiliki orang tersebut.
  5. Assertive adalah sebuah sikap tegas dalam mengemukakan pendapat, tanpa melukai perasaan orang disekitar.

Cara meningkatkan Kecerdasan Emosional

Melepaskan emosi negatif
Keterampilan ini berkaitan dengan kemampuan Anda untuk memahami dampak dari emosi negatif terhadap diri Anda. Sebagai contoh keinginan untuk memperbaiki situasi ataupun memenuhi target pekerjaan yang membuat Anda mudah marah ataupun frustasi seringkali justru merusak hubungan Anda dengan bawahan maupun atasan serta dapat menyebabkan stres. Jadi, selama Anda dikendalikan oleh emosi negatif Anda justru Anda tidak bisa mencapai potensi terbaik dari diri Anda. Solusinya, lepaskan emosi negatif melalui teknik pendayagunaan pikiran bawah sadar sehingga Anda maupun orang-orang di sekitar Anda tidak menerima dampak negatif dari emosi negatif yang muncul.
Mengelola emosi diri sendiri dan orang lain
Menghargai emosi dan menyadari dukungannya kepada diri kita ataupun orang lain. Berusaha saling mengetahui pesan yang disampaikan emosi, dan meyakini bahwa kita pernah berhasil menangani emosi ini sebelumnya. Ketiga adalah dengan bergembira kita mengambil tindakan untuk menanganinya. Kemampuan kita mengelola emosi adalah bentuk pengendalian diri yang paling penting dalam manajemen diri, karena kitalah sesungguhnya yang mengendalikan emosi atau perasaan kita, bukan sebaliknya.

Memotivasi diri sendiri
dan orang lain
Menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan merupakan hal yang sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian, untuk memotivasi diri sendiri dan menguasai diri sendiri, dan untuk berkreasi. Kendali diri emosional--menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati adalah landasan keberhasilan dalam berbagai bidang.
Ketrampilan ini adalah bentuk lain dari kemampuan kepemimpinan, yaitu kemampuan menginspirasi, mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan membangun kerja sama tim yang tangguh dan andal.


Jadi, kecerdasan Emosional sangat dibutuhkan didalam kehidupan sehari-hari serta meningkatkan nilai sosial seseorang. Bagaimana menurut Helly? Kecerdasan Emosi Helly sudah stabil? Ayo berkomentar dibawah.

Baca selengkapnya

Pengertian Belajar, Pembelajaran, dan Mengajar : Hal yang Paling Perlu

KBBI. Belajar, Pembelajaran, dan Megajar- Hello Helly -

Belajar, Pembelajaran, dan Mengajar adalah perilaku seseorang untuk mendapatkan hal baru ataupun memberikan perubahan melalui interaksi, pengalaman, atau pelatihan. Hal-hal tersebut dapat terjadi dirumah atau mengikuti proses akademik, dan perlu kita ketahui lingkungan sekitar bisa mempengaruhi cara belajar seseorang. Sebelum saya semakin ngelantur dalam postingan ini, alangkah baiknya para Helly (kawan-kawan) langsung menyimak dan memberikan komentar dibawah postingan ini.

Pengertian Belajar

Menurut para ahli:

-     (Dimyati dan Mudjiono, 2006:6) Belajar adalah kegiatan individu memperoleh pengetahuan, perilaku dan keterampilan dengan cara mengolah bahan belajar.

-     Sanjaya (2010:112), beliau berpendapat bahwa “Belajar adalah proses mental yang terjadi dalam diri seseorang, sehingga menyebabkan munculnya perubahan tingkah laku.

-     Menurut Djamarah, Syaiful dan Zain (2006:11), “belajar adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan.”

-     Menurut Winkel, Belajar adalah semua aktivitas mental atau  psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengelolaan pemahaman.

-     Menurut Ernest R. Hilgard dalam (Sumardi Suryabrata, 1984:252) belajar merupakan proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya. Sifat perubahannya relatif permanen, tidak akan kembali kepada keadaan semula. Tidak bisa diterapkan pada perubahan akibat situasi sesaat, seperti perubahan akibat kelelahan, sakit, mabuk, dan sebagainya.

-     Sedangkan menurut Gagne dalam bukunya The Conditions of Learning 1977, belajar merupakan sejenis perubahan yang diperlihatkan dalam perubahan tingkah laku, yang keadaaannya berbeda dari sebelum individu berada dalam situasi belajar dan sesudah melakukan tindakan yang serupa itu. Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman atau latihan. Berbeda dengan perubahan serta-merta akibat refleks atau perilaku yang bersifat naluriah.

-     Moh. Surya (1981:32), definisi belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan. Kesimpulan yang bisa diambil dari kedua pengertian di atas, bahwa pada prinsipnya, belajar adalah perubahan dari diri seseorang.

Hasil gambar untuk belajar dan pembelajaran

Jadi, Helly bisa menarik kesimpulan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku seseorang secara sengaja sebagai hasil dari pengalaman ataupun latihan, yang akan menambah pengetahuan, keterampilan, maupun sikap.

Secara umum belajar dibedakan menjadi 3 jenis, menurut Sardiman (2001:26-29):
a. Untuk mendapatkan pengetahuan
Pengetahuan dan kemempuan berpikir merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan. Dengan kata lain tidak dapat mengembangkan kemampuan berpikir tanpa bahan pengetahuan. Jadi, dengan adanya bahan pengetahuan, maka seseorang dapat mempergunakan kemampuan berpikir di dalam proses belajar, sehingga pengetahuan yang didapat semakin bertambah.

b. Pembentukan sikap
Pembentukan sikap mental dan perilaku anak didik tidak akan terlepas dari penanaman nilai-nilai. Oleh karena itu, guru tidak hanya sekedar mengajar, tetapi betul-betul sebagai pendidik yang akan memindahkan nilai-nilai itu kepada anak didiknya. Maka akan tumbuh kesadaran dan kemauannya untuk mempraktekkan segala sesuatu yang sudah dipelajarinya.

c. Penanaman keterampilan
Belajar memerlukan latihan-latihan yang akan menambah keterampilan dalam diri siswa, baik itu keterampilan jasmani maupun keterampilan rohani.

Pengertian Pembelajaran

Menurut para ahli:
-     (Syaiful, 2003:61) Pembelajaran adalah membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan.

-     Menurut Hamalik (2007:77) pembelajaran adalah suatu system artinya suatu keseluruhan yang terdiri dari komponen-komponenyang berinteraksi antara satu dengan lainnya dan dengan keseluruhan itu sendiri untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Adapun komponen-komponen tersebut meliputi tujuan pendidikan dan pengajaran, peserta didik dan siswa, tenaga kependidikan khususnya guru, perencanaan pengajaran, strategi pengajaran, media pengajaran, dan evaluasi pengajaran.

-     Pembelajaran menurut Dimyati dan Mudjiono (2006:17) adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruk-sional, untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar.

-     Sedangkan Coney (dalam Sagala, 2005:61) mengatakan bahwa pembelajaran sebagai suatu proses dimana lingkungan seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu.


Hasil gambar untuk pembelajaran


Soooo, menurut Helly pembelajaran itu apa? Ayo menarik kesimpulan bersama, melalui kolom komentar dibawah.

Menurut Djamarah, Syaiful dan Zain (2006:41), dalam kegiatan pembelajaran terdapat beberapa komponen pembelajaran yang meliputi:
a. Tujuan
Tujuan adalah suatu cita-cita yang ingin dicapai dari pelaksanaan suatu kegiatan. Tujuan memiliki jenjang dari yang luas dan umum sampai kepada yang sempit/khusus. Adanya tujuan yang tepat mempermudah pemilihan materi pelajaran dan pembuatan alat evaluasi. Adanya tujuan yang tepat dan yang diketahui siswa, memberi arah yang jelas dalam belajarnya. (Suryosubroto, 2009:102

b. Bahan Pelajaran
Bahan pelajaran adalah substansi yang akan disampaikan dalam proses belajar mengajar. Bahan pelajaran menurut Arikunto (dalam Djamarah, Syaiful dan Zain, 2006:43) merupakan unsur inti yang ada didalam kegiatan belajar mengajar, karena memang bahan pelajaran itulah yang diupayakan untuk dikuasai oleh anak didik. Bahan yang disebut sebagai sumber belajar (pengajaran) ini adalah sesuatu yang membawa pesan untuk tujuan pengajaran. Tanpa bahan pelajaran proses pembelajaran tidak akan berjalan.

c. Kegiatan Pembelajaran
Menurut Kusnandar (2007:252), kegiatan pembelajaran adalah bentuk atau pola umum kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Kegiatan pembelajaran akan menentukan sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai. Dalam proses pembelajaran, guru dan siswa terlibat dalam sebuah interaksi dengan bahan pelajaran sebagai medianya. Dalam interaksi tersebut siswa lebih aktif bukan guru, guru hanya sebagai motivator dan fasilitator.

d. Metode
Metode merupakan komponen pembelajaran yang banyak menentukan keberhasilan pengajaran. Guru harus dapat memilih, mengkombinasikan serta mempraktekkan berbagai cara penyampaian bahan yang disesuaikan dengan situasi.

e. Alat
Alat adalah sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. Alat mempunyai fungsi yaitu sebagai perlengkapan, sebagai pembantu mempermudah usaha pencapaian tujuan, dan alat sebagai tujuan.

f. Sumber Pelajaran
Sumber pelajaran adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat dimana pengajaran terdapat atau sumber belajar seseorang. Sedangkan sumber belajar menurut Mulyasa (2009:159), adalah segala sesuatu yang dapat memberikan kemudahan belajar, sehingga diperoleh sejumlah informasi, pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang diperlukan.

g. Evaluasi
       Evaluasi menurut Davies (dalam Dimyati dan Mudjiono, 2006:190), adalah proses sederhana dalam memberikan/menetapkan nilai kepada sejumlah tujuan, kegiatan, keputusan, unjuk-kerja, proses, orang, objek, dan masih banyak yang lain. Hasil dari evaluasi dapat dijadikan sebagai umpan balik dalam meningkatkan kualitas mengajar maupun kuantitas belajar siswa.

Pengertian Mengajar

Menurut para ahli:
-     (Sanjaya, 2010:96) Mengajar adalah proses penyampaian informasi atau pengetahuan dari guru kepada siswa.
-     Sedangkan menurut Sardiman (2001:45), beliau mengatakan bahwa: Mengajar merupakan suatu usaha untuk menciptakan kondisi atau sistem lingkungan yang mendukung dan memungkinkan untuk berlangsungnya belajar.
-     Mengajar menurut Usman (2001:6) merupakan suatu usaha mengorganisasi lingkungan dalam hubungannya dengan anak didik dan bahan pengajaran yang menimbulkan proses belajar.

Apa kesimpulan Helly tentang mengajar? Tulis dikomentar yaacchh.

Berikut peran guru dalam proses pembelajaran menurut Sanjaya (2010:21):
a. Guru sebagai sumber belajar
Peran sebagai sumber belajar berkaitan erat dengan penguasaan materi pelajaran. Guru bisa dinilai baik atau tidak hanya dari penguasaan materi pelajaran. Guru dikatakan baik, manakala ia dapat menguasai materi pelajaran dengan baik, sehingga ia benar-benar berperan sebagai sumber belajar bagi anak didiknya.

b. Guru sebagai fasilitator
Sebagai fasilitator, guru berperan dalam memberikan pelayanan untuk memudahkan siswa dalam kegiatan proses pembelajaran. Sehingga guru dituntut agar mempunyai kemampuan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan siswa.

Hasil gambar untuk mengajar

c. Guru sebagai pengelola
Sebagai pengelola pembelajaran, guru berperan dalam menciptakan iklim belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar secara nyaman. Melalui pengelolaan kelas yang baik guru dapat menjaga kelas agar tetap kondusif untuk terjadinya proses belajar seluruh siswa.

d. Guru sebagai demonstrator
Yang dimaksud dengan peran guru sebagai demonstrator adalah peran untuk mempertunjukkan kepada siswa segala sesuatu yang dapat membuat siswa lebih mengerti dan memahami setiap pesan yang disampaikan.

e. Guru sebagai pembimbing
Guru berperan untuk membimbing siswa dalam menemukan berbagai potensi yang dimilikinya sebagai bekal hidup mereka, sehingga ia dapat tumbuh dan berkembang sebagai manusia ideal yang menjadi harapan setiap orang tua dan masyarakat.

f. Guru sebagai motivator
Dalam proses pembelajaran, motivasi merupakan salah satu aspek dinamis yang sangat penting. Proses pembelajaran akan berhasil manakala siswa mempunyai motivasi dalam belajar. Oleh sebab itu, guru perlu menumbuhkan motivasi belajar siswa.

g. Guru sebagai evaluator
Sebagai evaluator, guru berperan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang keberhasilan siswa dalam pembelajaran yang telah dilakukannya.

Baca selengkapnya